RSS

Pendekatan kontektual ( Contextual Teaching and Learning / CTL)

21 Apr

Akhir-akhir ini banyak bermunculan pendapat bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah. Anak akan lebih mengingat dalam jangka panjang dan bermakna jika anak benar-benar mengalaminya. Pembelajaran yang berorientasi pada penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi menggingat jangka pendek tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang.

CTL merupakan konsep belajar dimana antara materi yang diajarkan dihubungkan dengan situasi nyata  siswa sehingga diharapkan proses pembelajaran berjalan alamiah. Jadi dalam konsep belajat CTL bukan lagi menstrafer pengetahuan dari guru ke siswa dan siswa tinggal mengikutinya tetapi siswa disini diaktifkan agar ikut bekerja, berfikir dan mengalami sehingga  hal ini akan leih bermakna bagi siswa.

CTL dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja, bidang studi apa saja, dan kelas yang bagaimanapun keadaannya. Pendekatan CTL dalam kelas cukup mudah. Secara garis besar, langkahnya sebagai berikut ini.

  1. Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya
  2. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik
  3. kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya
  4. Ciptakan masyarakat belajar
  5. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran
  6. Lakukan refleksi di akhir pertemuan
  7.  Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara

Komponen utama pembelajaran efektif dalam CTL, yakni:

a.  konstruktivisme (Constructivism),

Membangun pemahaman mereka sendiri dari pengalaman baru berdasar pada pengetahuan awal

b.  bertanya (Questioning),

Kegiatan guru untuk mendorong, membimbing dan menilai kemampuan berpikir siswa

c. menemukan ( Inquiri),

Proses perpindahan dari pengamatan menjadi pemahaman dengan menggunakan keterampilan berfikir kritis

d.masyarakat belajar (Learning Community),

Bekerjasama dengan orang lain lebih baik daripada belajar sendiri sehingga siswa dapat saling bertukar penalaman dan ide

e.pemodelan (Modeling),

Proses penampilan suatu contoh agar orang lain berpikir, bekerja dan belajar

f.penilaian sebenarnya (Authentic Assessment)

Digunakan untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa dengan menilai kinerja/ proses dan hasil kerja

g.refleksi

merupakan cara berfikir tentang apa yang telah kita pelajari dan mencatat apa yang telah dipelajari dengan cara membuat jurnal, karya seni atau diskusi kelompok.

Perbedaan Pendekatan Kontekstual Dengan Pendekatan Tradisional

NO.

CTL

TRADISONAL

Pemilihan informasi berdasarkan kebutuh-an siswa Pemilihan informasi di-tentukan oleh guru
2.   Siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran Siswa secara pasif menerima informasi
3. Pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata/masalah yang disimulasikan Pembelajaran sangat abstrak dan teoritis
4.  Selalu mengkaitkan informasi dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa Memberikan tumpukan informasi kepada siswa sampai saatnya diperlukan
5.  Cenderung mengintegrasikan beberapa bidang Cenderung terfokus pada satu bidang (disiplin) tertentu
6. Siswa menggunakan waktu belajarnya untuk menemukan, menggali, berdiskusi, berpikir kritis, atau mengerjakan proyek dan pemecahan masalah (melalui kerja kelompok) Waktu belajar siswa se-bagian besar dipergu-nakan untuk mengerja-kan buku tugas, men-dengar ceramah, dan mengisi latihan yang membosankan (melalui kerja individual)
 7. Perilaku dibangun atas kesadaran diri Perilaku dibangun atas kebiasaan
 8. Keterampilan dikembangkan atas dasar pemahaman Keterampilan dikembangkan atas dasar latihan
 9. Hadiah dari perilaku baik adalah kepuasan diri Hadiah dari perilaku baik adalah pujian atau nilai (angka) rapor
 10. Siswa tidak melakukan hal yang buruk karena sadar hal tsb keliru dan merugikan Siswa tidak melakukan sesuatu yang buruk karena takut akan hukuman
 11. Perilaku baik berdasarkan motivasi intrinsik Perilaku baik berdasar-kan motivasi ekstrinsik
 12. Pembelajaran terjadi di berbagai tempat, konteks dan setting Pembelajaran hanya terjadi dalam kelas
 13. Hasil belajar diukur  melalui penerapan penilaian autentik. Hasil belajar diukur melalui kegiatan akademik dalam bentuk tes/ujian/ulangan.

Bentuk-bentuk kegiatan yang menerapkan CTL antara lain dapat berupa :

  1. diadakan tugas-tugas yang lebih praktis (khususnya dalam IPA) dengan cara memanfaatkan lingkungan sosial dan alam
  2. anak menggunakan lebih banyak alat bantu belajar
  3. hasil kerja anak ditulis dengan kata-kata mereka sendiri
  4. sudut-sudut baca/ perpustakaan sekulah dibuat dan dimanfaatkan
  5. guru menunjukkan fleksibelitas dalam pengelolaan murid dalam pelaksanaan pembelajaran
  6. hasil kerja anak dipajangkan di kelas sebagai media pembelajaran di kelas juga.
 
Leave a comment

Posted by on April 21, 2013 in pendidikan

 

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: